Misteri angker Jlundangan Kalasan Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten Kediri
Misteri angker Jlundangan Kalasan Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten Kediri
Misteri Angker Jlundangan Kalasan Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten Kediri
Jlundangan Kalasan merupakan sebuah jalanan tanjakan yang ada di Dusun Kalasan Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten Kediri. Selain nama Jlundangan Kalasan, masyarakat sekitar biasa menyebutnya dengan Bok Pucung atau Bok Pocong. Jlundangan merupakan nama lain dari tanjakan. Sedangkan istilah Bok merupakan sebutan daerah yang diartikan jembatan sungai kecil di jalan. Berhubung memang terdapat sungai dan jembatan kecil tepat di tengah jalanan itu yang menjadi penghubung antara 2 tanjakan masing-masing ujung. Kata Pucung konon diambil dari sebuah nama pohon besar yang ada di tebing kebun atas jalan itu. Adapun kata Pocong timbul karena konon terdapat pocong penunggu tempat itu yang suka menghantui orang-orang yang melintasinya di malam hari. Namun saya pribadi lebih akrab dengan sebutan Jlundangan Kalasan.
Jlundangan Kalasan merupakan jalanan yang berada di ujung wilayah Kalasan bagian dalam yang menghubungkan dua dusun di Desa Jarak, yakni dusun Kalasan dengan dusun Bongkoran. Hutan! Itulah aura sekilas bagi siapapun yang melintas pelan atau bahkan berdiam di tempat itu. Jalan yang turun dan naik agak tajam berada di antara dua tebing kebun atasnya yang mirip jurang. Belom lagi dedaunan rimbun para tanaman bambu dan pohon-pohon menjulang tinggi menjadikannya tertutup gelap seolah seperti terowongan goa. Tidak ada fasilitas penerangan di tempat ini, karena setahu pengamatan saya setiap kali diberi penerang tepat di tengah Jlundangan sering berakhir rusak, konslet, dsb. Maka kesan kegelapan gulita sangat dapat dirasakan ketika kita melintasinya malam hari. Terlebih kondisi jalan yang agak jauh dari pemukiman warga diapit kebun lebat setengah hutan dan persawahan. Hanya ada dua rumah yang berada agak jauh dari tempat ini sekarang.
Kali ini saya hendak memaparkan sedikit rahasia di balik misteri jalan ini versi saya sendiri dari cerita orang-orang dahulu. Hal ini saya dapatkan dari cerita almarhum Bapak saya hingga saya tuangkan dalam tulisan. Barangkali ada alur cerita lain dari para pembaca yang berbeda sudut pandang mohon dimaklumi. Ini hanyalah kisah dari sudut pandang saya pribadi.
Konon Desa Jarak merupakan wilayah yang turut menjadi saksi bisu masa penjajahan Belanda. Sebagai buktinya, terdapat bekas markas Belanda tepat di daerah Jengkol Desa Plosokidul yang sempat dijadikan objek program uji nyali dan mister Tukul beberapa tahun lalu. Realitanya, Desa Jarak sebagai wilayah di samping Plosokidul juga turut terkena dampak peperangan pada jamannya. Entah itu masa Belanda atau bahkan PKI yang pernah menyerang seluruh pelosok pulau Indonesia, saya agak lupa. Adapun hubungannya dengan Jlundangan ini sebagaimana cerita jaman dulu bahwa tempat ini sempat dijadikan tempat pembuangan mayat para korban peperangan pada masa itu. Menjadikan tempat itu semakin mistis semenjak peperangan terjadi. Dulu sering masyarakat sekitar yang melintasi tempat ini malam hari selalu merasakan hal ganjil meski peperangan sudah tidak lagi ada. Entah noni Belanda, suara-suara mengerikan, gangguan kendaraan di tengah jalan, bahkan terang-terangan ada yang dihantui penampakan memedi (raja pocong) penunggu jalan ini.
Dulu saat Bapak saya beranjak dewasa, Bapak sempat mempelajari ilmu yang entah apa namanya. Bahkan saya ingat ketika kecil para bangsa lelembut cukup takut dengan almarhum Bapak. Boleh saya katakan, memang almarhum bapak bukan orang sembarangan. Tentunya itu semua dilakukan dengan tuntunan seorang guru yang saya tak ingin menyebut namanya. Yang pasti beliau merupakan warga jauh dari sini dan saya tahu masih hidup hingga sekarang. Suatu ketika guru Bapak datang silaturahmi ke rumah Bapak di Bongkoran juga demi sebuah kepentingan. Dan beliau pamit pulang larut tengah malam. Sekitar pukul 01.00-02.00 dini hari, beliau melintasi jalan ini karena memang jalanan ini akses utama tercepat yang bisa dilalui. Awalnya semua masih baik-baik saja seusai guru Bapak keluar dari wilayah Bongkoran. Namun, mendekati arah masuk Jlundangan Kalasan ini aura semakin menjadi. Angin bertiup sepoi-sepoi kencang secara mendadak. Para rerumbunan daun bambu dan pohon besar meringkuk menunduk seolah menutup akses jalan. Tidak selang lama nampaklah memedi penghuni tempat ini di hadapan beliau. Merasa diganggu dan usil, beliau tidak segan-segan memberi perhitungan untuk kembali datang lain waktu dengan ancaman. Benar kiranya keluhan orang-orang selama ini, bahwa penunggu tempat ini suka mengganggu orang yang melintasinya. Maka tibalah waktu itu, guru Bapak saya dengan ilmunya memberi pelajaran untuk mengepung dan memagari sosok itu agar tidak berulah lagi. Tepatnya ia diasingkan terkunci di salah satu tebing kebun atasnya. Untuk tepatnya bagian timur atau baratnya saya kurang tahu. Semenjak itu, teror penunggu Jlundangan Kalasan ini sudah hilang sampai sekarang. Orang-orang yang melintas merasa lebih aman, meskipun mungkin beberapa orang masih merasa keganjilan saat melewatinya hingga sekarang. Saya pribadi keseringan melintasi jalan ini meskipun ketika sendirian di malam hari. Mungkin bukan hal baru ketika beberapa kali saya dengar masih ada beberapa orang mengalami pengalaman aneh ketika melintasi tempat ini. Ada yang motornya mogok mendadak, mencium bau-bau tak lazim, dsb. Ini hal wajar, karena sejatinya dimanapun kita memang tidak sendirian. Terlebih penghuni tempat ini yang konon katanya tidak hanya satu. Hanya saja saya bersyukur saya tidak hidup di jaman itu ketika raja penunggunya suka berulah seenaknya. Saya pribadi kuncinya selalu berdzikir dan bersholawat ketika melintasinya. Alhamdulillaah tidak pernah mengalami hal macam-macam selama ini. Padahal di sini jalan akses utama saya kemanapun.
Bagi teman-teman yang juga punya pengalaman seram, pengalaman asmara, motivasi hidup, ingin dijadikan tulisan di blog ini, bisa banged ya! Cukup dengan kirim cerita singkat ke e-mail saya firdarohmawati03@gmail.com. Identitas pengirim akan tetap saya lampirkan sebagai pelaku utama atau disembunyikan jika itu yang diminta. Dan pastinya GRATIS!
Jadi gimana? Apa pengalaman serammu selama melewati Jlundangan Kalasan ini kawan? Boleh share sensasinya yuk! Di kolom komentar, siapa tahu kita tetanggaan. Hehehe, nantikan postingan-postingan tulisan saya lainnya setiap seminggu sekali kalau ga hari Sabtu ya Minggu ya gaes. Langsung searching aja linknya di google Firda-Rohmawati.blogspot.com atau langsung ketik Firda Rohmawati saja di google, lalu cari sampai ketemu! π sampai jumpa,

Komentar
Kok gk iruh aku