Tips mempersiapkan Diri menghadapi Jenjang Kerja Masa Kini
Tips mempersiapkan Diri menghadapi Jenjang Kerja Masa Kini
Siapa sih, yang tak pusing dengan jaman sekarang? Apalagi kalau membahas soal pekerjaan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, keilmuan dan eksisitas kehidupan yang semakin menciptakan persaingan yang terus pesat, tentu menjadi dilema tersendiri bagi generasi masa kini dalam menghadapi dunia. Terlebih bagi kita-kita yang sedang gelisah mempersiapkan hal itu demi nanti setelah keluar zona pelajar dan siap terjun di lapangan kehidupan.
Beberapa orang di antara kita atau mungkin juga Anda, pasti pernah mengalami beratnya mencari kerja yang sekarang menjadi acuan utama jati diri seseorang. Tidak perduli siapa kita, darimana keluarga mana, secantik atau setampan apapun kita, pandangan orang lain terhadap nilai kita hanyalah tentang kerja, kerja dan kerja. Kamu kerja di mana? Gaji berapa? Posisi apa? Ga munafik ya, kita semua pasti pernah mendapat pertanyaan itu.
Tuntutan ekonomi kehidupan jaman sekarang menjadikan kaum manusia mau tidak mau, siap tidak siap, berlomba dalam mengejar kekayaan. Dan salah satu senjata utama mencekik kekayaan itu hanyalah dengan kerja. Mungkin dalam segi agama, rejeki materi sudah diatur sang maha pencipta. Tapi realnya daya fikir otak manusia tidak akan percaya bahwa hanya dengan berdo'a tiba-tiba dari langit kejatuhan berkarung-karung harta. Iya kan? Namanya juga dunia, bukan surga. Maka sanggup tak sanggup kita harus dituntut terus berikhtiar mendapat harta dengan bekerja.
Namun ada beberapa orang, yang mungkin dengan tampak mudahnya mendapat pekerjaan kesana-kemari. Tidak seperti nasib kita yang sering ditolak untuk bekerja entah karena apa. Bahkan sosok tokoh besar JACK MA juga tidak seberuntung itu sebelum dirinya sebesar sekarang. Tepatnya ketika beliau selalu menjadi orang satu-satunya yang ditolak bekerja di berbagai bidang. Dari kepolisian, dari 5 orang, 4 orang lolos sedangkan dirinya sendiri tidak. Melamar pelayan resto, dari antara 24-30 orang, dan dirinya sendiri lagi yang tidak terima, dan masih banyak lagi yang beliau lamar namun selalu gagal. Selalu begitu, hingga akhirnya dia bertekad menciptakan perusahaan ALIBABA sebesar sekarang. Itu baru contoh satu tokoh, belom tokoh-tokoh hebat yang lain.
Maka pada artikel kali ini di blog pribadi saya, saya ingin sedikit berbagi berkaitan mempersiapkan diri untuk menghadapi Jenjang kerja berdasarkan pengamatan atas pengalaman pribadi maupun orang lain sekitar. Meskipun ini tidak menjanjikan, dan kembali bahwasanya segala takdir tetap di tangan Tuhan, namun barangkali bisa diikhtiarkan dengan niat yang sungguh, usaha yang total serta do'a penuh keyakinan, insyaAllaah 99% apa yang saya sampaikan bisa tercapaikan. Oke, tidak panjang lebar... Berikut beberapa hal yang perlu ditanamkan atau dipersiapkan diri kita semua untuk menghadapi Jenjang kerja masa kini:
1. Ciptakan skill sejak sekarang
Beruntunglah bagi kalian yang belum bebas dari dunia belajar. Jujur, kalian benar-benar masih di zona aman. Kalian mungkin belum mengalami pahitnya para lulusan yang bingung pekerjaan dan jadi pengangguran. Maka saran saya, tidak perduli dari umur berapapun kalian saat ini, ayo! Segera ciptakan skillmu. Skill atau kemampuan yang bisa disesuaikan dari bakat kalian, dari minat kalian, dan terus berusaha mengembangkan itu tanpa henti. Karena suatu saat, barangkali itu bisa menjadi akar tombak karir dan masa depan kalian kelak jika kalian berhasil menekuninya. Berapa banyak musisi terkenal karena ketekunannya dalam bakat bermusik. Berapa banyak pesinetron yang menjadi bintang karena ketekunannya berperan akting. Berapa banyak pengajar, tutor, motivator karena ketekunannya dalam mempelajari pendidikan dan terbiasa tampil di banyak orang.
2. Percaya Diri
Ketika seseorang memiliki kemampuan yang pasti, tidak dapat dipungkiri dia memiliki nilai lebih dari yang lain. Maka percaya diri atas kemampuan itu merupakan tongkat utama melangkah selanjutnya. Jangan terlalu banyak berfikir yang tidak-tidak, lakukan saja apa yang kamu bisa, nanti kamu akan belajar seiring berjalanannya. Jangan berkata tidak bisa kalau kamu belum melakukannya! Jangan katakan kalah, kalau kamu belum ikut berlomba! Jangan katakan selesai jika kamu msh dalam perjalanannya! Kamu berhak berfikir untuk menjadi seorang pengusaha, tapi pengusaha sejati memiliki mental kuat dan percaya diri menghadapi apapun rintangannya nanti. Saya saksikan berapa banyak orang berbakat, cerdas, berprestasi, namun ketika dewasa mereka kehilangan nilainya karena tidak mampu memanage dirinya sendiri.
3. Luaskan relasi atau mandiri
Relasi harus terbangun seiring jatuh bangunnya kamu. Sejak kecil hingga dewasa sekalipun. Ketika kita memiliki relasi luas dengan nilai diri yang baik, akan menjadi gerbang utama jenjang kerja kita. Kok bisa? Tentu bisa, mereka keterkaitan. Ibarat sebuah produk yang kalau tidak nampak keunggulannya dan tidak dijangkau banyak pandangan, dia akan tenggelam di pasaran. Sesederhana apapun produkmu kalau dijangkau publik secara luas, itu mampu menjadikan daya jual yang tinggi daripada produk kelas atas tapi tidak pernah melakukan promosi. Begitu juga diri kita, anggap saja kita produk tersebut. Ini yang sering dilupakan orang. Secerdas apapun kamu, setinggi apapun skillmu, jangan pernah sombong merasa tinggi diri atau kamu akan kehilangan koneksi relasi yang akan sangat dibutuhkan suatu saat nanti. Kalau kita sudah memiliki skill, kemampuan yang baik, punya nilai diri, terutama sudah percaya diri, dapat dibuktikan kemampuannya dalam jangka waktu lama yang kemudian disongkong dengan relasi, maka jangankan mencari pekerjaan, pekerjaan akan datang sendiri kepada kita, tinggal milih saja. Berbeda dengan mereka yang tidak memiliki itu, nilai 100% tanpa relasi, mereka ga berguna. Bagaimana kamu tau di mana kamu menawarkan diri untuk bekerja ketika relasi dari sudut mana saja membukam mulutnya untuk memberitahumu tentang lowongannya. Lalu, ada beberapa orang sempat komentar... Tapi saya orang yang introvert, saya pendiam, susah bersosialisasi, dan BLA Bla BLA... Oke stop! Jalannya cuman satu. Karena kamu Uda gugur dalam aspek relasi, entah gimana caranya kamu harus berusaha kerja secara mandiri. Kamu tidak dapat menawarkan dirimu untuk menjual jasamu, maka ciptakan suatu karya dan lemparkan ke kalangan manusia. Bekerjalah! Apapun bentuknya secara mandiri dan tidak bertergantungan terhadap orang lain. Kamu mau jualan, mau menciptakan pabrik, mau jalan2, apapun asal itu mandiri. Banyak kok sekarang, orang melakukan demikian karena mereka kehilangan nilai maupun relasi. Ya gpapa, ga ada yang salah juga. Cuman satu garis bawah, bahwa ini akan sedikit rumit. Terlebih mau bagaimanapun, kalau kita mandiri total harus siap menghadapi segala kegagalan secara mandiri juga. Tidak ada partner untuk saling berbagi, tidak ada orang lain yang mungkin siap menolong saat situasi buruk. Tapi gpapa, selagi mental siap berdiri tegak, lakukan saja daripada tidak sama sekali.
4. Jangan lupa berdo'a
Jangan hidup seperti manusia yang tidak beragama. Maka apapun sebenarnya urusan dunia kita, libatkan tuhan kita! Apapun yang terjadi, mau bekerja sebagai PNS, bekerja sebagai pengusaha, bahkan memutuskan jadi pengangguran sekalipun, kuncinya jangan lupa berdo'a. Apapun itu nasib kita, tuhan yang telah menentukan. Jangan kufur ketika di bawah, juga jangan takabur ketika di atas.
Oke, demikian itu saja yang bisa saya sampaikan. Sharing dari saya pribadi untuk hari ini. Meskipun sedikit dan sekelibat saja, saya harap dapat menjadi referensi bagi kita semua untuk senantiasa melangkah jauh lebih baik dari sebelumnya. Terus semangat, jangan menyerah dan sekali lagi jangan lupa berdo'a... Sampai jumpa pada tulisan-tulisan saya berikutnya. Tetap kunjungi blog pribadi di https://firda-rohmawati.blogspot.com ... Yang mau meninggalkan komentar, kritik saran sangat saya apresiasikan untuk langsung komentar di kolom bawah... Terimakasih,
Komentar
Next artikel balik lagi ��������